dekanatRektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dr Agussani MAP resmi melantik para Dekan dilingkungan UMSU untuk Periode 2017-2021. Para Dekan yang dilantik dihadapan Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof Dr Lincolin Arsyad MSc initelah menjalani ketentuan yang berlaku dalam Persyarikatan Muhammadiyah.

Para Dekan yang dilantik adalah Dekan Fakultas Agama Islam(FAI) Dr Muhammad Qorib SAg MA, Dekan Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan (FKIP) Dr Elfrianto SPd MPd,Dekan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (Fisipol) Drs Tasrif Syam MSi, Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Ir Asritanarni Munar MP, Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Januri SE MM MSi, Dekan Fakultas Hukum (Fahum) Ida Hanifah SH MH, Dekan Fakultas Teknik (FT) Munawar Alfansury Siregar ST MT dan Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Prof Dr H Gusbakti MSC PKK.

Acara pelantikan yang dihadiri oleh Ketua PW Muhammadiyah Sumut Prof Dr Hasyimsyah Nasution, PW Aisyiyah, Jajaran BPH UMSU, jajaran Rektorat UMSU, jajaran pengurus Ortom dan civitas akademika UMSU tersebut digelar di Aula Kampus UMSU Jalan Kapten Mukhtar Basri Medan, Sabtu (21/10/2017).

Rektor UMSU, Dr Agussani MAP usai melantik menyatakan bahwa para Dekan yang dilantik telah melalui melalui proses panjang seleksi dari universitas, senat fakultas dan juga atas pertimbangan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara (PWM-Sumut) serta Badan Pembina Harian (BPH) UMSU.

“Atas nama pribadi dan juga sebagai Rektor, saya mengucapkan selamat dalam rangka memegang amanah di masing-masing fakultas. Terkhusus kepada para dekan sebelumnya yang telah menyerahkan estafet kepemimpinan, saya ucapkan terimakasih karena perkembangan dan kemajuan UMSU tidak terlepas daripada peran, karya dan hasil manajerial mereka,” ucap Rektor UMSU.

Rektor mengungkapkan bahwa ia yakin dan percaya bahwa para Dekan yang saat ini dipercaya menggenggam amanah dapat melanjutkan program-program yang telah disusun dan direncanakan selama ini.

“Kita semua sebenarnya diberikan amanah maka mari kita secara bersama-sama untuk memajukan UMSU yang kita cintai ini,” ungkap Rektor.

Lanjut Rektor, untuk itu kepada semuanya ia tetap menghimbau agar segera menyelesaikan pendidikan Strata 3 (S3) karena sesuai target pada Tahun 2019, UMSU sudah harus memiliki dosen tetap sebanyak 100 dosen bergelar Doktor.

Sementara itu Ketua Majlis Dikti-Litbang PP Muhammadiyah, Prof Dr Lincolin Arsyad MSc PhD dalam arahannya mengatakan, bahwa di dalam tradisi Muhammadiyah, pergantian pimpinan itu sesungguhnya biasa, tidak ada hal yang istimewa. “Regenerasi itu adalah sunnatullah, karena setiap pemimpin itu ada masanya dan setiap masa ada pemimpinnya,” tuturnya.

Begitu juga halnya di Perguruan Tinggi Muhammadiayah (PTM), ia mengingatkan bahwa pergantian Rektor, Dekan, Kaprodi itu adalah sebuah keniscayaan. “Jadi, dalam tradisi Muhammadiyah, kalau ada pergantian kepemimpinan itu kita anggap biasa saja, bukan sesuatu yang istimewa,” ujarnya.

Akan tetapi, dalam konteks pergantian Dekan di lingkungan UMSU, Arsyad menganggapnya agak sedikit istimewa, karena menurutnya pergantian kepemimpinan itu tuntutannya harus lebih baik. Artinya, jadi pengganti atau penerus tampuk kepemimpinan itu sebenarnya berat, karena harus lebih tinggi dari anak tangga sebelumnya. Arsyad mengibaratkan pergantian kepemimpinan itu seperti proses naik tangga, dimana untuk bisa naik ke anak tangga yang lebih tinggi itu karena ada anak tangga yang lebih rendah sebelumnya.

“Artinya, dekan-dekan yang baru dilantik bisa naik sampai level seperti sekarang, mengerjakan sesuatu nanti, itu karena sudah dilakukan oleh dekan sebelumnya.”Prinsip kontiniutas atau kesinambungan itu penting. Jadi, kita harus berterimakasih kepada dekan sebelumnya yang telah berjasa meletakkan dasar-dasar pengembangan dari fakultasnya masing-masing Dan dekan yang baru tinggal bagaimana mengimplementasikan program-program kerja yang belum dilaksanakan dan meyempurnakannya. Sekaligus juga membuat program-program baru yang lebih kreatif dan inovatif untuk kemajuan di masa yang akan datang,” sebutnya.

Lebih lanjut ia mengingatkan, bahwa jadi Dekan di PTM itu sekarang tidak gampang. Kalau sekedar menjalankan tugas sebagai dekan selama 4 tahun mungkin itu tak sulit. Namun, kata Arsyad, perlu diingat bahwa tuntutan stakeholder kita sekarang sudah semakin tinggi. “Stakeholder UMSU itu adalah komponen persyarikatan secara keseluruhan. Stakeholder sekarang sudah tambah pintar dan kritis, sehingga menuntut sesuatu yang lebih, bukan biasa-biasa saja. Maka tidak boleh cuma jadi dekan yang biasa-biasa saja. Kalau bisa jadilah dekan yang extra-ordenary,” ujarnya.

Terkait standar dekan di PTM, Majlis Dikti dan Litbang PP Muhammadiyah memiliki kriteria yang jelas dan terukur. Arsyad mengatakan, tugas utama dekan itu yang pertama adalah pengembangan kualitas SDM. “Faktor SDM ini adalah katakunci dan pilar pertama agar PTM itu mampu eksis dan mampu berjaya dalam iklim persaingan yang makin ketat dan tajam ke depan nanti,”.

Kedua, pengembangan budaya akademik atau budaya research. Arsyad berharap ke depan PTM itu bukan sekedar ada dan bukan sekedar hadir, tapi kehadirannya terasa oleh masyarakat. “Seminar, workshop, penelitian, publikasi dan sebagainya harus terus kita pacu untuk meningkatkan budaya akademik di PTM.

“Saya sampaikan, dengan jumlah mahasiswa lebih kurang 21 ribu, maka sekarang UMSU adalah salah satu PTM yang perkembangannya sangat cepat. Bahkan sekarang UMSU sudah menjadi pilar utama PTM yang mampu memberikan kontribusi finansial yang cukup berarti untuk kemajuan Muhammadiyah,” ungkapnya. (*)

Sumber: umsu.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *