MENGAPA AKU MASIH HIDUP

Robie Fanreza, M.Pd.I

WhatsApp Image 2018-07-30 at 12.08.22Wakil Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara

Tentu yang menghidupkan dan mematikan urusan Allah yang telah ditetapkan jadwalnya. Sebagai manusia kita hanya memasrahkan diri kepada Allah. Memang rahasia yang sungguh tak seorang pun yang bisa mengungkapkannya termasuk para Nabi dan Rasul bahkan Malaikat sekalipun. Ada pertanyaan mengapa sampai hari ini kita masih diberikan kehidupan dari pemberi kehidupan. Barangkali beberapa alasannya ialah Allah masih memberikan kesempatan memperbaiki kesalahan, amal shaleh yang membuat kita tetap hidup dan masih disesuaikan dengan jadwalnya.

Sudahkah kita berterima kasih kepada Allah telah memberikan kesempatan menikmati kehidupan yang singkat ini. Dengan kesempatan ini tentu membuat kita bersemangat dalam setiap langkah dan perbuatan kita bernilai ibadah. Kisah Inspiratif ini barangkali bisa menjadi penyadar kita sebagai seorang muslim. Tatkala seorang Raja yang zalim kepada rakyatnya ditambah lagi kehidupan terkesan hidonis. Raja sakit yang menurut tabib obatnya adalah seekor ikan tetapi sayang sekali ikan tidak lagi musim. Sungguh tabib menjadi heran hari berikutnya ikan yang dimaksud bermunculan ke permukkan air dan sangat mudah menangkapnya. Raja makan ikan dan dengan izin Allah sembuh.

Berikutnya diwilayah yang berbeda ada seorang Raja yang arif dan bijaksana serta dicintai raknyat tiba-tiba jatuh sakit. Setelah didiagnosa oleh tabib maka sakitnya tidak berbeda dengan Raja yang zalim tadi. Kemudian tabib menyarankan pengawal untuk mencari ikan dan kata tabib jangan khawatir raja bahwa ikan ini sangat mudah ditangkap. Pengawal raja kembali dengan tangan kosong dan tidak membawa seekor pun ikan yang dimaksudkan tabib tadi. Tabib bertanya mengapa kalian tidak mendapatkannya, sahut pengawal bahwa mereka telah melaksanakan perintah sesuai intruksinya tapi mereka tidak melihat seekor pun ikan itu. Dengan ketetapan Allah, Raja yang arif pun wafat.

Kemudian Tuhan berfirman, “Walaupun Raja itu zalim dan banyak berbuat dosa, tapi dia pernah juga berbuat baik. Demi kasih sayang-KU, aku berikan balasan pahala amal baiknya. Sebelum meninggal dunia, masih ada amal baiknya yang belum aku balas. Maka aku segerakan membalasnya, supaya dia datang kepada-KU hanya dengan membawa dosa-dosanya”. Artinya sudah tidak ada lagi amal salehnya yang harus dibalas Tuhan. 

“Demikian juga dengan Raja yang adil dan saleh itu. Walaupun dia banyak berbuat baik, tapi dia pernah juga berbuat buruk. Aku balas semua keburukannya dengan musibah. Menjelang kematiannya, masih ada dosanya yang belum KUbalas. Maka, AKU tolak doanya untuk mendapatkan kesembuhan, supaya bila dia datang kepada-KU, dia hanya membawa amal salehnya”. Artinya sudah tidak ada lagi dosanya yang harus dibalas Tuhan.

bersambung….

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*