
Medan, 7 November 2025 — Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan keilmuan yang inklusif dan responsif terhadap isu-isu kontemporer melalui kegiatan silaturahim dan audiensi strategis bersama Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif ini menjadi momentum penting untuk membangun kolaborasi lintas bidang dalam penguatan perspektif gender dan perlindungan anak di lingkungan akademik. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan dosen FAI UMSU bersama tim PSGA, dengan fokus pada pengembangan program yang berorientasi pada integrasi nilai-nilai keislaman, keadilan sosial, dan kesetaraan.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak membahas berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan kurikulum berbasis gender, peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan riset kolaboratif yang mampu menjawab tantangan sosial di era modern.
Salah satu peserta audiensi menyampaikan bahwa sinergi antara fakultas dan pusat studi menjadi langkah krusial dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial yang tinggi.
“Kampus hari ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran kritis terhadap isu-isu kemanusiaan, termasuk gender dan perlindungan anak,” ungkapnya dalam forum diskusi.
Selain itu, audiensi ini juga membuka peluang kolaborasi dalam bentuk seminar, pelatihan, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kebijakan kampus yang ramah gender dan anak.
Atmosfer dialog yang terbuka mencerminkan semangat kolaboratif dalam membangun institusi pendidikan yang progresif dan berdaya saing global. FAI UMSU bersama PSGA menunjukkan langkah nyata dalam mengintegrasikan nilai akademik dan sosial sebagai fondasi pengembangan pendidikan Islam yang modern.
Melalui kegiatan ini, UMSU semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap dinamika zaman, sekaligus berkomitmen dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, adil, dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun Asia.
