


Related Posts
Medan — Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) kembali menunjukkan komitmennya sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam dan astronomi modern melalui penyelenggaraan kegiatan Bedah Literatur Pendidikan yang berlangsung di Kampus Pascasarjana UMSU Medan, Jalan Denai, pada Sabtu, 22 Zulkaidah 1447 H / 09 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi akademik antara Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), OIF UMSU, dan Program Studi Ilmu Falak Fakultas Agama Islam UMSU.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB hingga selesai tersebut menghadirkan dua tokoh akademisi inspiratif sebagai narasumber utama. Narasumber pertama adalah Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, M.A., Dosen Fakultas Agama Islam UMSU sekaligus Kepala OIF UMSU, yang membedah karya ilmiahnya berjudul Observatorium: Sejarah dan Fungsinya di Peradaban Islam. Sementara itu, narasumber kedua yakni Prof. Dr. Mardianto, M.Pd., Guru Besar UINSU Medan, membahas buku inspiratifnya Pak Marmuj: Kisah Guru Inspiratif.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam UINSU, tim Observatorium Ilmu Falak UMSU, serta mahasiswa Program Studi Ilmu Falak FAI UMSU. Kehadiran peserta lintas institusi tersebut menciptakan atmosfer akademik yang dinamis dan penuh semangat kolaborasi dalam memperkuat budaya literasi, riset, dan pengembangan keilmuan Islam kontemporer.
Dalam pemaparannya, Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar menjelaskan bahwa observatorium dalam sejarah peradaban Islam memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan sains, astronomi, dan peradaban intelektual umat Islam. Ia menegaskan bahwa tradisi ilmiah Islam perlu terus dihidupkan melalui riset, penguatan literasi akademik, dan integrasi ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai keislaman.
Sementara itu, Prof. Dr. Mardianto, M.Pd. mengangkat nilai-nilai keteladanan dan dedikasi seorang pendidik melalui kisah inspiratif dalam buku Pak Marmuj. Beliau menekankan bahwa pendidikan sejati tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembentukan karakter, akhlak, dan keteladanan moral yang mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Diskusi berlangsung interaktif dengan tingginya antusias peserta dalam memberikan pertanyaan, tanggapan, serta perspektif kritis terhadap dua literatur yang dibedah. Forum ini tidak hanya menjadi ruang diskusi ilmiah, tetapi juga sarana penguatan jejaring akademik antara mahasiswa, dosen, dan peneliti dari berbagai institusi.
Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata kepada para narasumber dan sesi dokumentasi bersama. Peserta juga memperoleh kesempatan mengunjungi fasilitas observatorium dan planetarium OIF UMSU sebagai bagian dari edukasi astronomi dan pengenalan lebih dekat terhadap pengembangan ilmu falak berbasis teknologi modern.
Melalui kegiatan Bedah Literatur Pendidikan ini, OIF UMSU dan Program Studi Ilmu Falak FAI UMSU kembali mempertegas perannya sebagai pusat pengembangan intelektual Islam yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi global. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya akademik yang unggul, memperkuat semangat literasi ilmiah, serta melahirkan generasi cendekiawan muslim yang kritis, inovatif, dan berkemajuan di tingkat nasional maupun internasional.
