
Medan, Sabtu, 26 Muharam 1448 H / 11 Juli 2026 M – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Revisi Kurikulum Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Fakultas Agama Islam UMSU ini menjadi momentum strategis bagi FAI UMSU untuk menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta tuntutan kebijakan pendidikan tinggi nasional dan internasional.
FGD ini merupakan forum akademik yang mempertemukan unsur pimpinan fakultas, dosen, praktisi, stakeholder, alumni, serta mahasiswa dalam satu ruang diskusi ilmiah guna menghasilkan kurikulum yang lebih relevan, inovatif, adaptif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (Outcome-Based Education/OBE).
FAI UMSU menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Revisi Kurikulum Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya penyempurnaan kurikulum berbasis kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebijakan pendidikan tinggi.
Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur akademik Fakultas Agama Islam UMSU, yaitu pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, praktisi, stakeholder, alumni, dan mahasiswa. FGD dilaksanakan secara kolaboratif oleh seluruh program studi di bawah naungan Fakultas Agama Islam UMSU, meliputi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), Program Studi Perbankan Syariah (PBS), Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Masing-masing program studi menghadirkan praktisi sesuai bidang keilmuannya, stakeholder, alumni, serta mahasiswa yang memiliki kompetensi akademik untuk memberikan masukan konstruktif terhadap pengembangan kurikulum.
FGD diselenggarakan untuk memastikan kurikulum FAI UMSU tetap relevan terhadap dinamika perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia industri, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta perkembangan masyarakat global. Selain itu, kegiatan ini bertujuan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, dan karakter Islami sesuai dengan kebutuhan industri saat ini tanpa meninggalkan nilai-nilai AIK didalamnya. Melalui forum diskusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, setiap program studi melakukan evaluasi terhadap kurikulum yang sedang berjalan, mengidentifikasi kebutuhan kompetensi masa depan, serta merumuskan berbagai rekomendasi strategis untuk penyempurnaan struktur kurikulum, mata kuliah, capaian pembelajaran lulusan, hingga implementasi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Penyelenggaraan FGD Revisi Kurikulum Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Fakultas Agama Islam UMSU dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Di tengah perkembangan teknologi, transformasi digital, dan perubahan kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis, kurikulum tidak lagi hanya berfungsi sebagai pedoman akademik, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Untuk memperoleh perspektif yang komprehensif, FAI UMSU juga menghadirkan praktisi profesional sesuai bidang masing-masing program studi, stakeholder dari berbagai sektor, alumni yang telah berkiprah di dunia kerja, serta mahasiswa yang memiliki kompetensi akademik. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam memberikan masukan terhadap kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan lapangan, perkembangan profesi, serta tantangan global yang dihadapi lulusan di masa depan.
Melalui berbagai sesi diskusi, peserta memberikan rekomendasi mengenai penguatan kompetensi lulusan, pengembangan mata kuliah berbasis kebutuhan industri dan masyarakat, integrasi teknologi digital dalam pembelajaran, penguatan soft skills, literasi digital, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kewirausahaan, serta penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai identitas utama lulusan FAI UMSU.
Forum ini juga menjadi ruang kolaboratif antara dunia akademik dan dunia profesi. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar nasional pendidikan tinggi, tetapi juga selaras dengan perkembangan internasional sehingga lulusan FAI UMSU memiliki daya saing yang semakin kuat di tingkat regional maupun global.
Revisi kurikulum yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada perubahan struktur mata kuliah, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan proses pembelajaran yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa (student-centered learning). Dengan demikian, lulusan diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan era Revolusi Industri 4.0, Society 5.0, serta transformasi pendidikan tinggi menuju standar internasional.
Penyelenggaraan FGD ini sekaligus memperkuat komitmen Fakultas Agama Islam UMSU dalam membangun budaya continuous quality improvement (CQI), yaitu budaya peningkatan mutu berkelanjutan melalui evaluasi dan penyempurnaan kurikulum secara periodik berdasarkan masukan dari seluruh pemangku kepentingan.
Sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global, hasil FGD Revisi Kurikulum Tahun 2026 diharapkan menjadi fondasi lahirnya kurikulum yang lebih adaptif, inovatif, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu menghasilkan lulusan yang profesional, berintegritas, berkarakter Islami, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa maupun kemajuan peradaban dunia.
Dengan terlaksananya Focus Group Discussion Revisi Kurikulum Tahun 2026, Fakultas Agama Islam UMSU kembali menegaskan posisinya sebagai fakultas yang terus melakukan transformasi akademik melalui kolaborasi, inovasi, dan keterbukaan terhadap berbagai masukan. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar FAI UMSU dalam menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang berkualitas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu melahirkan lulusan yang unggul, berkemajuan, dan mendunia.






