

Muhammad Daud Sitorus dan Anindya Azizah Bawa Nama FAI UMSU ke Panggung Musabaqah Al-Qur’an Tingkat Nasional
Semarang, Jawa Tengah — 29 Rabiul Awal–8 Rabiul Akhir 1448 H / 11–20 September 2026 M — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FAI UMSU berhasil lolos dan dipercaya menjadi peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kedua mahasiswa tersebut adalah Muhammad Daud Sitorus, yang akan berkompetisi pada cabang Tilawah Remaja Putra, serta Anindya Azizah, yang akan tampil pada cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Inggris Putri. Keikutsertaan keduanya menjadi kebanggaan tersendiri bagi FAI UMSU sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan mahasiswa di bidang Al-Qur’an mampu menghasilkan talenta yang siap tampil pada kompetisi tingkat nasional.
Dua Mahasiswa, Dua Cabang, Satu Semangat Mengharumkan Nama FAI UMSU Keberhasilan Muhammad Daud Sitorus dan Anindya Azizah menembus MTQ Nasional XXXI bukan sekadar pencapaian personal. Di balik keberhasilan tersebut terdapat proses pembinaan, latihan, ketekunan, kedisiplinan, serta dukungan lingkungan akademik yang terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi Al-Qur’ani. Muhammad Daud Sitorus, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam FAI UMSU, akan mempersembahkan kemampuan terbaiknya melalui cabang Tilawah Remaja Putra.
Sementara itu, Anindya Azizah, juga mahasiswa PAI FAI UMSU, akan berkompetisi pada cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Inggris Putri—sebuah cabang yang tidak hanya menuntut penguasaan terhadap kandungan Al-Qur’an, tetapi juga kemampuan memahami dan menyampaikan pesan Al-Qur’an dalam bahasa internasional. Keduanya hadir dengan karakter kompetensi yang berbeda, tetapi membawa misi yang sama: mengharumkan nama FAI UMSU, UMSU, serta memberikan kontribusi terbaik bagi daerah yang mereka wakili.
Dari Prestasi Daerah Menuju Panggung Nasional
Perjalanan menuju MTQ Nasional merupakan proses yang menuntut kesiapan mental, spiritual, intelektual, dan teknis. Bagi seorang peserta tilawah, kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik tidak cukup hanya ditopang oleh suara yang indah. Diperlukan penguasaan tajwid, fashahah, lagu, adab, penghayatan, serta kemampuan menjaga konsentrasi dan ketenangan ketika berhadapan dengan atmosfer kompetisi tingkat nasional.
Demikian pula dengan cabang tafsir Al-Qur’an Bahasa Inggris. Peserta dituntut memiliki kemampuan memahami pesan dan kandungan ayat sekaligus mengartikulasikannya secara tepat dalam bahasa Inggris. Karena itu, keikutsertaan Daud dan Anindya memperlihatkan dimensi penting dari pendidikan di FAI UMSU: pengembangan kompetensi keislaman yang berjalan berdampingan dengan kemampuan akademik dan keterampilan yang dibutuhkan di ruang publik yang lebih luas.
MTQ Nasional: Ruang Aktualisasi Generasi Qur’ani
MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi generasi muda Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam bidang Al-Qur’an. Bagi mahasiswa FAI UMSU, keikutsertaan pada ajang tersebut juga menjadi ruang aktualisasi bahwa mahasiswa Pendidikan Agama Islam dapat berprestasi tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam tilawah, pemahaman Al-Qur’an, tafsir, dan pengembangan nilai-nilai Qur’ani. Dalam konteks tersebut, kehadiran dua mahasiswa FAI UMSU menjadi bagian penting dari kontribusi fakultas dalam memperkuat tradisi prestasi Al-Qur’an di lingkungan perguruan tinggi.
FAI UMSU Berikan Apresiasi dan Dukungan Penuh
Fakultas Agama Islam UMSU menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Muhammad Daud Sitorus dan Anindya Azizah yang telah berhasil mencapai tahap nasional tersebut. Dukungan tersebut menjadi bentuk komitmen FAI UMSU dalam memberikan ruang kepada mahasiswa untuk berkembang dan berprestasi sesuai dengan potensi masing-masing.
Prestasi mahasiswa dipandang bukan hanya sebagai capaian individu, tetapi juga sebagai bagian dari keberhasilan ekosistem pendidikan yang melibatkan mahasiswa, dosen, program studi, fakultas, universitas, pembina, serta berbagai pihak yang turut memberikan dukungan. Bagi FAI UMSU, keberhasilan mahasiswa dalam ajang nasional menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembinaan Al-Qur’an, pengembangan bakat dan minat mahasiswa, serta penguatan pendidikan Islam yang berorientasi pada prestasi dan kemajuan.
PAI FAI UMSU: Membentuk Akademisi Sekaligus Generasi Qur’ani
Keberhasilan dua mahasiswa tersebut semakin memperkuat posisi Program Studi Pendidikan Agama Islam FAI UMSU sebagai ruang pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kapasitas akademik mahasiswa, tetapi juga mendorong lahirnya generasi yang memiliki kompetensi keislaman, karakter, integritas, dan prestasi.
Pendidikan Agama Islam memiliki tanggung jawab strategis dalam menyiapkan calon pendidik dan intelektual Muslim yang mampu memahami ajaran Islam secara mendalam sekaligus mampu menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan masyarakat.
Prestasi di bidang Al-Qur’an menjadi salah satu bentuk konkret dari proses tersebut. Ketika seorang mahasiswa PAI mampu tampil dalam kompetisi tilawah tingkat nasional, sementara mahasiswa lainnya mampu berkompetisi dalam tafsir Al-Qur’an menggunakan bahasa Inggris, maka capaian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Islam dapat berjalan beriringan dengan penguasaan kompetensi global.
FAI UMSU Maju Bersama UMSU, Melejit Menuju Panggung Dunia
Keikutsertaan Muhammad Daud Sitorus dan Anindya Azizah pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa FAI UMSU memiliki ruang untuk tumbuh, berprestasi, dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi. FAI UMSU akan terus memberikan dukungan terhadap mahasiswa berprestasi sekaligus memperkuat pembinaan generasi Qur’ani yang memiliki wawasan luas, kompetensi akademik, kemampuan bahasa, serta kesiapan menghadapi tantangan zaman. Dari Pendidikan Agama Islam, lahir generasi yang tidak hanya memahami ilmu, tetapi mampu menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an melalui prestasi dan pengabdian. Dari FAI UMSU, lahir mahasiswa yang berani tampil dan bersaing. Dan bersama UMSU, mereka dipersiapkan untuk terus melangkah lebih jauh. Selamat berjuang Muhammad Daud Sitorus dan Anindya Azizah.
FAI UMSU — Maju Bersama UMSU. Melejit Bersama UMSU. Unggul, Berkemajuan, dan Mendunia.
