Fakultas Agama Islam (FAI) - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)

INFO AKADEMIK

Jurnal Online UMSU

Jurnal UMSU

Polling

Jumlah Kunjungan

Pencarian

Loading

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

as Dosen UMSU memperoleh penghargaan dari HWPL Akreditasi Borang PGRA Kerjasama FAI UMSU dengan Briton penyuluhan kangker Workshop Penulisan Proposal dan Skripsi FAI UMSU FOTO DEKANAT DENGAN REKTORAT seminar Photo 1

Berita

Persiapan Visitasi Program Studi Bisnis dan Manajeman Syariah

Selasa 17 November 2015, Posted by : [Administrator]
 

Program Studi Bisnis dan Manajemen  Syariah Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera utara (UMSU) akan melaksanakan kegiatan Visitasi Program Studi yang insyallah akan dilaksanakan oleh Badan akreditasi Nasional (BAN-PT) pada hari Jum’at tanggal 20 November 2015. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya peningkatan kelayakan, mutu dan perbaikan proses pendidikan di program studi ini. untuk itulah, fakultas mempersiapkan secara sempurna dan benar agar visitasi ini berjalan lancar dan sesuai yang diharapkan, sehingga berdampak baik terhadap mahasiswa, alumni program studi, Program studi, fakultas dan juga Universitas.

Revitalisasi Dakwah Muhammadiyah

Rabu 11 November 2015, Posted by : [Administrator]
 

Sudah dimafhumi secara umum, bahwa Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam. Ini berarti Muhammadiyah adalah organisasi yang bergerak, dinamis, cerdas, dan progresif. Muhammadiyah bukan organisasi statis, diam, tanpa terobosan, apalagi berhenti dan berjalan mundur. Sebagai gerakan dakwah Islam, Muhammadiyah mesti siap untuk menyegarkan model dan membidik komunitas dakwahnya secara tepat agar tetap up to date dan mengenai sasaran. Itulah sebabnya, revitalisasi dakwah Muhammadiyah mau tidak mau harus dilakukan. Revitalisasi bertujuan untuk meninjau kembali model dan komunitas dakwah Muhammadiyah secara real dan memberikan solusi alternatif atas problem yang dihadapi.

Secara sedehana, revitalisasi dapat dipahami sebagai sebuah proses penyegaran. Terminologi ini menyiratkan ada sesuatu yang layu, beku, statis, tidak segar dan tidak kontekstual. Revitalisasi dakwah Muhammadiyah berarti menyegarkan kembali berbagai model dakwah yang dilakukan Muhammadiyah selama ini. Penyegaran tersebut tentu saja memiliki ruang lingkup yang luas, bisa jadi terkait dengan juru dakwah, metode dakwah, materi dakwah, maupun komunitas dakwah sebagai objek perubahan. Perubahan masyarakat dengan segala permasalahannya terjadi secara massif. Karena itu dakwah juga perlu dikemas dengan model aktual.

Seperti yang terlihat selama ini, dakwah hanya dipahami secara sempit dan hanya sebatas urusan lisan. Materi yang disampaikan para juru dakwah juga sering tidak up to date. Ketika dakwah berlangsung, maka pokok pembahasan masih seputar fikih shalat, fikih zakat, fikih puasa, fikih munakahat, dan fikih haji. Padahal permasalahan yang dihadapi umat semakin problematik. Dakwah konvensional seperti ini dikhawatirkan melahirkan pemahaman Islam yang sempit. Islam hanya dipahami sebatas urusan fikih ritual. Akhirnya persoalan-persoalan kontemporer yang tersaji di pelataran sejarah tidak terpecahkan secara baik.

Spirit Membaca dari OHIO Jilid 2

Rabu 11 November 2015, Posted by : [Administrator]
 

Ayat pertama yang diturunkan Allah kepada Rasulullah terekam dalam Surah al-‘Alaq/ 96: 1-5. Menarik jika dicermati spirit yang terkandung dalam ayat-ayat sakral tersebut. Diawali dengan kata iqra’ (bacalah) pada ayat pertama, ditutup dengan pengakuan tulus terhadap kebesaran Zat Allah Yang telah menciptakan manusia. Ayat-ayat selanjutnya kembali menyadarkan manusia akan kelemahan dirinya dan betapa besarnya Allah. Tersirat pula dalam ayat tersebut bahwa manusia itu sesungguhnya jahil (bodoh). Untuk menghilangkan kebodohan yang melekat di dalam dirinya, maka Allah mewajibkan untuk membaca (belajar).   

Kata iqra’ (bacalah) terbilang asing, karena diperkenalkan Allah kepada masyarakat yang secara umum uncivilized (tidak beradab). Namun dibalik itu, Allah menciptakan sebuah skenario progresif dan berjangka abadi. Membaca merupakan sebuah modal dasar tercapainya sebuah kemajuan (progress) dan terwujudnya sebuah peradaban (civilization). Di sinilah letak kemajuan umat Islam pada masa klasik. Mereka mengimplementasikan semangat membaca dalam berbagai konteks.

Berangkat dari spirit tersebut maka aktifitas membaca menjadi sesuatu yang tak terelakkan dan tidak dapat dihindari. Sebagai anggota dari komunitas akademik, aktifitas membaca menjadi nafas kehidupan. Artinya, seorang anggota komunitas akademik (dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan) akan mati jika aktifitas membaca diabaikan. Membaca dalam tulisan ini dapat diartikan secara luas. Membaca buku, majalah, surat kabar, meneliti, diskusi, menulis, seminar, membuka jaringan, dapat diletakkan dalam konteks aktifitas membaca.