Deli Serdang, 6 Zulhijjah 1447 H / 23 Mei 2026 M – Program Studi Ilmu Falak Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FAI UMSU) kembali menghadirkan pembelajaran berbasis praktik lapangan melalui kegiatan Pelatihan Astrofotografi yang dilaksanakan di kawasan Medan Magnet, Jalan Besar Kutalimbaru, Dusun Tanduk Benua, Desa Sukamakmur, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Falak FAI UMSU tersebut menghadirkan Dr. Abu Yazid Raisal, M.Pd., dosen Ilmu Falak FAI UMSU, sebagai instruktur utama yang membimbing peserta dalam memahami teknik dasar hingga praktik fotografi astronomi secara langsung di lapangan.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya Program Studi Ilmu Falak dalam memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang observasi astronomi modern sekaligus mengintegrasikan teori perkuliahan dengan pengalaman praktis yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembelajaran mengenai teknik dasar astrofotografi, mulai dari pengenalan peralatan, pengaturan kamera, pemilihan sudut pengambilan gambar, pengaturan pencahayaan malam hari, hingga teknik menghasilkan citra objek langit yang berkualitas. Menariknya, pelatihan dilakukan menggunakan perangkat yang mudah dijangkau mahasiswa, seperti kamera telepon pintar (smartphone) dan kamera digital Sony Alpha 6400, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan teknik yang dipelajari dengan berbagai jenis perangkat.
Menurut Dr. Abu Yazid Raisal, M.Pd., astrofotografi tidak hanya menjadi media dokumentasi fenomena langit, tetapi juga merupakan sarana edukasi yang mampu mendekatkan masyarakat dengan ilmu astronomi dan ilmu falak.
“Kemampuan mengabadikan fenomena langit melalui teknologi fotografi merupakan keterampilan yang sangat penting bagi mahasiswa Ilmu Falak. Selain mendukung kegiatan observasi, keterampilan ini juga dapat menjadi media dakwah dan edukasi astronomi kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Selama pelatihan berlangsung, mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap sesi praktik. Mereka secara langsung mengaplikasikan konsep-konsep astronomi yang selama ini dipelajari di ruang kuliah ke dalam kegiatan observasi dan dokumentasi lapangan. Pendekatan experiential learning seperti ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap fenomena langit sekaligus membangun kemampuan teknis yang dibutuhkan dalam dunia akademik maupun profesional.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam observasi astronomi. Mahasiswa tidak hanya belajar tentang objek-objek langit, tetapi juga memahami bagaimana teknologi fotografi dapat digunakan untuk penelitian, dokumentasi ilmiah, serta publikasi edukatif yang menarik bagi masyarakat.
Ketua Program Studi Ilmu Falak FAI UMSU menyampaikan bahwa pelatihan astrofotografi merupakan bagian dari komitmen program studi dalam menghadirkan proses pembelajaran yang aplikatif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan zaman. Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa diharapkan memiliki keseimbangan antara penguasaan teori, keterampilan teknis, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi astronomi modern.
Pelatihan Astrofotografi di Medan Magnet menjadi salah satu bukti nyata bahwa Program Studi Ilmu Falak FAI UMSU terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang berkualitas dan berdaya saing. Dengan menggabungkan pendekatan akademik, praktik lapangan, dan pemanfaatan teknologi terkini, FAI UMSU semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan ilmu falak dan astronomi Islam yang unggul, berkemajuan, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda astronomi Islam yang tidak hanya memahami perhitungan dan observasi falak secara ilmiah, tetapi juga memiliki kemampuan mendokumentasikan serta menyebarluaskan keindahan dan keagungan alam semesta melalui karya-karya astrofotografi yang inspiratif.


