

Medan, 27 April 2026 — Program Studi Ilmu Falak Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan keilmuan berbasis integrasi sains dan Islam melalui kegiatan sosialisasi dan kunjungan edukatif bersama santri dari Pondok Pesantren Darur Rasyid dan Pondok Modern Daarurrahmah Sepadan.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 10 Zulkaidah 1447 H / 27 April 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya strategis Prodi Ilmu Falak FAI UMSU dalam memperkenalkan dunia astronomi Islam kepada generasi muda sekaligus membuka wawasan mengenai prospek akademik dan profesional di bidang Ilmu Falak.
Suasana kegiatan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap sesi yang dirancang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif dalam mengenalkan keilmuan falak sebagai disiplin ilmu yang menghubungkan observasi astronomi dengan kebutuhan umat Islam.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Fakultas Agama Islam UMSU, Dr. Muhammad Ruslan, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Ilmu Falak memiliki peranan penting dalam kehidupan umat Islam, khususnya dalam penentuan arah kiblat, waktu salat, kalender hijriah, rukyatul hilal, hingga pengembangan sains astronomi Islam di era modern.
“Ilmu Falak bukan hanya ilmu tentang benda langit, tetapi juga bagian penting dari peradaban Islam yang terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern,” ungkapnya.
Selanjutnya, Ketua Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU, Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-butar, M.A., memberikan pemaparan mengenai fungsi observatorium sebagai pusat pengamatan astronomi, laboratorium penelitian, serta sarana pengembangan akademik mahasiswa Ilmu Falak.
Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai aktivitas observasi dan penelitian astronomi yang dilakukan di Observatorium Ilmu Falak UMSU, termasuk penggunaan teleskop, dokumentasi benda langit, serta pengamatan fenomena astronomi yang berkaitan dengan kajian keislaman.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan lingkungan kampus oleh Kepala Penmaru UMSU, Muhammad Arifin Lubis, yang memaparkan berbagai fasilitas pendidikan, budaya akademik, serta peluang pengembangan mahasiswa di lingkungan UMSU.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Falak FAI UMSU, Muhammad Hidayat, M.Pd., menyampaikan profil program studi, ruang lingkup keilmuan, hingga prospek karier lulusan Ilmu Falak di masa depan.
Ia menjelaskan bahwa lulusan Ilmu Falak memiliki peluang besar untuk berkarier di berbagai bidang, seperti lembaga keagamaan, observatorium, pendidikan, penelitian astronomi, instansi pemerintah, hingga pengembangan teknologi astronomi Islam.
Keistimewaan kegiatan ini juga terlihat dari keterlibatan aktif mahasiswa Prodi Ilmu Falak sebagai representasi pengalaman akademik secara langsung.
Fadilla Sayu Ananda memaparkan aktivitas perkuliahan mahasiswa, Sandika Alfalah menjelaskan berbagai kegiatan mahasiswa di luar kampus, sedangkan Fadil Asami To’at menyampaikan pengalaman pengembangan penelitian di bidang Ilmu Falak.
Kehadiran mahasiswa dalam sesi berbagi pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata kepada peserta mengenai dinamika akademik dan pengembangan kompetensi di Prodi Ilmu Falak UMSU.
Sebagai penutup, peserta diajak mengunjungi Observatorium Ilmu Falak UMSU untuk melihat secara langsung berbagai instrumen astronomi modern serta praktik pengamatan benda langit.
Momen ini menjadi pengalaman edukatif yang sangat berkesan bagi para peserta, terutama saat menyaksikan langsung bagaimana teori astronomi dipadukan dengan praktik observasi ilmiah.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Program Studi Ilmu Falak FAI UMSU berharap dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap pengembangan sains Islam, memperluas wawasan akademik santri, serta memperkenalkan Ilmu Falak sebagai disiplin ilmu yang memiliki kontribusi besar bagi kemajuan peradaban dan pendidikan Islam modern.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas posisi FAI UMSU sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang aktif menghadirkan pendidikan berbasis integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman dalam skala nasional maupun internasional.
