Medan, 5 November 2025 — Semangat pengembangan keilmuan berbasis integrasi antara sains modern dan nilai-nilai keislaman kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Falak, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), melalui penyelenggaraan Diskusi Fenomena Supermoon yang berlangsung dalam suasana akademik yang dinamis dan inspiratif.
Kegiatan yang digelar pada Rabu, 14 Jumadilawal 1447 H ini menghadirkan dosen Prodi Ilmu Falak sebagai narasumber utama, sekaligus menjadi ruang pembelajaran interaktif bagi mahasiswa dalam memahami salah satu fenomena astronomi yang menarik perhatian dunia, yakni supermoon.
Dalam forum tersebut, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada konsep dasar fenomena supermoon—yakni kondisi ketika bulan berada pada titik terdekatnya dengan bumi (perigee) sehingga tampak lebih besar dan terang—tetapi juga diajak untuk mengkaji implikasinya dalam perspektif ilmu falak, termasuk relevansinya terhadap observasi hilal dan penentuan kalender hijriah.
Diskusi berlangsung secara aktif, dengan mahasiswa terlibat dalam tanya jawab, analisis fenomena, serta pemahaman berbasis data dan observasi. Hal ini mencerminkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan berbasis riset.
“Diskusi ini menjadi bagian penting dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang fenomena astronomi yang relevan dengan kebutuhan penelitian dan pengembangan ilmu falak,” ungkap salah satu dosen dalam sesi pemaparan.
Lebih dari sekadar forum akademik, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya integrasi antara teori dan praktik dalam pendidikan tinggi. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks ilmiah yang lebih luas.
Atmosfer kelas yang kondusif dan penuh antusiasme memperlihatkan bahwa pembelajaran ilmu falak di UMSU terus berkembang ke arah yang lebih progresif, sejalan dengan tuntutan global terhadap pendidikan berbasis sains yang adaptif dan inovatif.
Melalui kegiatan seperti ini, Prodi Ilmu Falak UMSU semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu falak yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga berpotensi menjadi rujukan akademik di kawasan Asia.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa ketika kajian ilmiah bertemu dengan semangat pencarian ilmu, maka lahirlah generasi akademisi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dalam memahami semesta.
