
Medan, 21 November 2025 — Mahasiswa Program Studi Ilmu Falak, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), kembali menunjukkan kiprah akademik berbasis praktik melalui kegiatan observasi hilal, sebuah aktivitas ilmiah yang memiliki peran strategis dalam penentuan awal bulan dalam kalender Hijriah.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 1 Jumadilakhir 1447 H ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran integratif antara teori dan praktik, sekaligus menegaskan eksistensi ilmu falak sebagai disiplin yang relevan dalam kehidupan umat Islam kontemporer.
Hilal, yang merupakan bulan sabit tipis pasca terbenamnya matahari, dikenal sebagai objek observasi yang menuntut ketelitian tinggi. Dengan durasi kemunculan yang sangat singkat—sekitar 20 hingga 30 menit setelah matahari terbenam—serta posisi rendah di atas ufuk, pengamatan hilal memerlukan kombinasi keahlian hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (observasi langsung) yang presisi.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa turun langsung ke lapangan dengan mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh di ruang kelas. Mereka memanfaatkan berbagai instrumen observasi, mulai dari alat tradisional hingga teleskop modern yang didukung teknologi digital, guna memastikan akurasi data yang dihasilkan.
“Observasi hilal bukan sekadar praktik akademik, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam penentuan waktu ibadah umat Islam,” ungkap salah satu peserta kegiatan.
Data hasil pengamatan yang diperoleh memiliki nilai strategis, karena berperan dalam penetapan awal bulan penting dalam kalender Hijriah, seperti Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada pengembangan keilmuan, tetapi juga memiliki implikasi sosial-keagamaan yang luas.
Di tengah perkembangan teknologi modern, mahasiswa Ilmu Falak UMSU membuktikan bahwa tradisi keilmuan Islam tetap relevan dan terus berkembang. Integrasi antara metode klasik dan teknologi mutakhir menjadi kekuatan utama dalam menghasilkan observasi yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Atmosfer akademik yang terbentuk dalam kegiatan ini mencerminkan transformasi pendidikan tinggi yang menempatkan mahasiswa sebagai pelaku aktif dalam riset dan pengabdian ilmiah. Prodi Ilmu Falak UMSU terus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap kebutuhan umat.
Melalui kegiatan observasi hilal ini, UMSU semakin menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat unggulan ilmu falak di tingkat nasional dan Asia.
