
MEDAN — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) periode 2025/2026 sukses menggelar Seminar Kewirausahaan Nasional bertajuk “Dari Side Hustle ke Full Income: Strategi Naik Level Tanpa Nunggu Siap” di Aula Gedung FIKTI UMSU, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan yang diikuti lebih dari 200 peserta dari kalangan mahasiswa dan pelaku UMKM Kota Medan ini menghadirkan akademisi sekaligus praktisi digital marketing UMSU, Ahmad Afandi Surbakti, S.Kom., M.M., sebagai pembicara utama.
Seminar dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMSU, Muhammad Shareza Hafiz, S.E., M.Acc. Dalam sambutannya, Shareza mengapresiasi inisiatif IMM FEB UMSU yang menghadirkan tema relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. Ia menegaskan pentingnya literasi kecerdasan buatan (AI) sebagai bekal mahasiswa menghadapi disrupsi pasar kerja dan peluang ekonomi digital.
AI Sebagai Pengganda Peluang Cuan
Mengusung materi “Monetisasi Skill: Optimasi AI dalam Menghasilkan Cuan di Era Digital”, Ahmad Afandi membuka pemaparannya dengan data Stanford AI Index 2026 yang menyebutkan adopsi Generative AI secara global telah mencapai 53 persen hanya dalam tiga tahun — lebih cepat dari adopsi PC maupun internet. Ia juga menyoroti data World Economic Forum 2025 yang memproyeksikan 92 juta pekerjaan akan hilang, namun 170 juta pekerjaan baru akan tercipta hingga tahun 2030.
“AI tidak akan mengambil pekerjaan kalian. Tapi teman sekelas kalian yang mulai belajar AI sekarang, akan mendapatkan pekerjaan yang seharusnya jadi milik kalian,” ujar Afandi, mengutip CEO NVIDIA Jensen Huang untuk menegaskan urgensi adaptasi.
Founder Markaz Creative dan Owner Fore Parfum Indonesia ini membagikan pengalaman nyata transformasi bisnis parfumnya dari fotografi produk konvensional di tahun 2022 menjadi produksi visual berbasis AI di tahun 2026. Dengan tools seperti Pebblely dan ChatGPT, ia menunjukkan bagaimana satu foto produk dapat dikembangkan menjadi puluhan visual marketing berkualitas profesional dalam hitungan menit — sebuah efisiensi yang krusial bagi pelaku UMKM dengan keterbatasan modal.
Tiga Skill Inti dan Empat Model Monetisasi
Afandi memaparkan tiga skill inti yang wajib dikuasai mahasiswa: AI Prompt Engineering, AI Content Creation, dan AI Workflow Automation. Ia memperkenalkan formula prompt P-K-T-F (Peran, Konteks, Tugas, Format) sebagai kerangka praktis menghasilkan output AI berkualitas profesional.
Tidak berhenti di teori, Afandi juga membedah empat model monetisasi yang dapat langsung dieksekusi peserta, yaitu jasa freelance berbasis AI dengan potensi penghasilan Rp100 ribu hingga Rp5 juta per proyek, content creator edukasi AI di media sosial, produk digital seperti e-book dan template prompt sebagai sumber passive income, hingga membangun startup atau SaaS kecil menggunakan tools no-code seperti Bolt.new dan Lovable.
Sebagai penutup, ia menantang peserta untuk berkomitmen menggunakan AI minimal satu jam per hari selama 30 hari ke depan. “Kalau kalian komit ini saja, dalam 30 hari kalian sudah 10 langkah di depan 90 persen teman seangkatan,” tegasnya.
Wujud Pengabdian Masyarakat
Kehadiran Ahmad Afandi sebagai narasumber merupakan bentuk konkret pengabdian akademisi UMSU dalam mendorong literasi digital dan AI di kalangan calon wirausaha muda dan pelaku UMKM Kota Medan. Sebagai Dosen Manajemen Bisnis Syariah UMSU yang juga bersertifikasi Google Digital Marketing & E-Commerce serta IBM Generative AI Fundamentals Specialization, Afandi konsisten menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri.
Rekam jejaknya sebagai Fasilitator Google Gapura Digital, Instruktur Skill Academy by Ruangguru, serta Master Mentor MicroMentor by Mercy Corps menjadikannya salah satu rujukan penting di ranah edukasi digital nasional.
Antusiasme peserta yang melebihi 200 orang dari kalangan mahasiswa dan pelaku UMKM menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap pembekalan praktis berbasis teknologi terkini. Selain ilmu yang aplikatif, peserta juga mendapatkan jejaring profesional, doorprize, goodiebag, serta e-sertifikat sebagai bagian dari rangkaian acara.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik tolak lahirnya wirausaha muda berbasis AI dari lingkungan UMSU yang siap bersaing di pasar kerja maupun ekonomi digital nasional dan global.
