Terengganu, Malaysia | 2 Muharam 1448 H / 18 Juni 2026 M
Komitmen untuk memperkuat jejaring akademik internasional dalam bidang ilmu falak dan astronomi Islam kembali ditunjukkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FAI UMSU). Setelah sukses menyelenggarakan Kolokium Falak dan Kontemporari Islam bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), delegasi FAI UMSU melanjutkan agenda strategis melalui Mesyuarat Kerjasama Program Akademik Falak UniSZA–FAI UMSU yang berlangsung di Bilik Mesyuarat East Coast Environmental Research Institute (ESERI) UniSZA, Kamis (18/06/2026), bertepatan dengan 2 Muharam 1448 Hijriah.
Kegiatan yang dilanjutkan dengan lawatan akademik ke Balai Cerap KUSZA, ESERI UniSZA di Merang, Terengganu, menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperluas peluang kolaborasi internasional antara kedua institusi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi di bidang falak serta astronomi Islam.
Forum Strategis Pengembangan Program Akademik Falak
Mesyuarat yang berlangsung mulai pukul 15.15 hingga 16.25 waktu setempat tersebut mempertemukan para akademisi, peneliti, dan pimpinan program akademik dari kedua institusi. Delegasi UMSU dipimpin oleh unsur pimpinan Fakultas Agama Islam dan Program Studi Ilmu Falak, sementara pihak UniSZA diwakili oleh jajaran akademisi dari Fakulti Pengajian Kontemporari Islam (FKI) dan ESERI UniSZA.
Dalam suasana yang penuh keakraban dan semangat persaudaraan serumpun, kedua belah pihak membahas berbagai agenda strategis yang berpotensi menjadi fondasi kerja sama jangka panjang. Pembahasan meliputi pengembangan kurikulum Ilmu Falak berbasis standar internasional, penelitian kolaboratif lintas negara, publikasi ilmiah bereputasi global, program visiting lecturer, mobilitas mahasiswa dan dosen, hingga penguatan fasilitas laboratorium dan observatorium falak.
Selain itu, kedua institusi juga menjajaki peluang penyelenggaraan seminar, kolokium, dan konferensi internasional secara berkala yang dapat menjadi ruang bertemunya para akademisi, peneliti, dan praktisi falak dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.
FAI UMSU Ambil Peran Sentral dalam Diplomasi Akademik Falak Internasional
Keikutsertaan Program Studi Ilmu Falak FAI UMSU dalam forum ini menjadi bukti nyata eksistensi dan kontribusi aktif UMSU dalam pengembangan ilmu falak di tingkat regional. Sebagai salah satu program studi falak yang berkembang pesat di Indonesia, FAI UMSU terus memperluas jejaring akademik internasional guna meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui mesyuarat tersebut, kedua institusi sepakat bahwa kesamaan visi dalam pengembangan astronomi Islam dan kajian falak menjadi modal utama untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi akademik yang tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua institusi, tetapi juga bagi perkembangan ilmu pengetahuan Islam di tingkat global.
Menelusuri Keunggulan Balai Cerap KUSZA
Usai melaksanakan mesyuarat, delegasi UMSU melanjutkan agenda dengan melakukan lawatan akademik ke Balai Cerap KUSZA, salah satu pusat observasi astronomi dan falak terkemuka di Malaysia yang berada di bawah pengelolaan ESERI UniSZA.
Kunjungan dimulai dengan sesi taklimat yang menjelaskan sejarah pendirian observatorium, peran strategisnya dalam pengembangan astronomi nasional Malaysia, serta kontribusinya dalam penelitian falak dan observasi benda langit.
Delegasi memperoleh penjelasan mendalam mengenai berbagai aktivitas ilmiah yang dilaksanakan di Balai Cerap KUSZA, mulai dari rukyah hilal, pengamatan Matahari, kajian cuaca antariksa, hingga berbagai penelitian astronomi yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan peneliti.
Para peserta juga berkesempatan mengunjungi galeri observatorium dan kubah pengamatan yang menjadi pusat aktivitas observasi astronomi. Berbagai instrumen modern diperkenalkan secara langsung, termasuk teleskop observasi, perangkat pencitraan astronomi, serta sistem pendukung penelitian yang digunakan dalam pengamatan benda-benda langit.
Belajar dari Praktik Terbaik Pengelolaan Observatorium Modern
Lawatan ke Balai Cerap KUSZA memberikan pengalaman berharga bagi delegasi UMSU, khususnya dalam memahami bagaimana sebuah observatorium dapat dikelola secara profesional sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pengalaman tersebut menjadi referensi penting bagi pengembangan Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan edukasi astronomi, memperluas kegiatan penelitian, dan memperkuat kontribusi observatorium terhadap masyarakat dan dunia akademik.
Selain memperkaya wawasan ilmiah, kunjungan ini juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam bidang observasi astronomi, pengembangan laboratorium falak, pertukaran peneliti, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di kedua institusi.
Meneguhkan Komitmen Kolaborasi Global
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama yang menjadi simbol kuatnya komitmen kedua institusi untuk terus mempererat hubungan akademik lintas negara. Mesyuarat kerja sama dan lawatan ke Balai Cerap KUSZA menjadi bukti bahwa hubungan antara UniSZA dan FAI UMSU tidak hanya berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi bergerak menuju implementasi nyata dalam bentuk program-program akademik yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, UniSZA dan FAI UMSU menegaskan tekad bersama untuk menjadi bagian dari pengembangan ilmu falak dan astronomi Islam yang progresif, inovatif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi dan peradaban Islam di tingkat regional maupun internasional.
Dengan semangat persaudaraan serumpun Indonesia–Malaysia, kerja sama ini diharapkan menjadi model kolaborasi akademik yang produktif dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing global, dan berorientasi pada masa depan.








